Sudah kita ketahui bahwa Indonesia tidak hanya memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang e-commerece dan platfrom pembayaran. Bukan hanya itu saja saat ini Internet of things sedang berkembang ditanah air kita, yang memiliki dampak pada kehidupan sehari-hari di lingkungan perkotaan maupun pedesaan. 

CI-Agriculture adalah salah satu startup yang memanfaatkan teknologi Internet of Things dalam bidang agrikultur, untuk membantu para petani mengelola sawah mereka dengan lebih baik dan benar. Hal itu dikatakan pada saat pertemuan sesi ketiga hari pertama Tech in Asia Jakarta 2015, kami menghadirkan Regi Wahyu, selaku Founder dan CEO dari CI Agriculture. Regi mengawali presentasinya yang dia punya dengan bercerita tentang seorang wanita yang mengalami kecelakaan, yang mengakibatkan lehernya patah dan membuat sebagian besar badannya tidak berfungsi seperti biasa. Tapi untungnya otak wanita tersebut masih berjalan normal. Dengan bantuan Internet of Things, wanita tersebut mengikuti sebuah terapi khusus yang akhirnya dapat membantu wanita tersebut berjalan kembali.

Teknologi ini memungkinkan printer tersebut bisa digerakkan dan digunakan dengan lebih mudah di luar angkasa. Perangkat tersebut dikembangkan oleh Made in Space dan hingga sekarang masih digunakan oleh MASA. Tidak hanya itu saja di dalam kehidupan sehari-hari, peran serta teknologi juga telah membantu berbagai proyek eksplorasi luar angkasa. Salah satunya adalah sebuah printer 3D (tiga dimensi)  Zero Gravity, atau tidak memiliki gravitasi sama sekali. Selain untuk keperluan luar angkasa, printer 3D juga mulai digunakan untuk penelitian tubuh manusia dengan melakukan replikasi organ-organ tubuh manusia. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang itu adalah Cambrian Economy, yang melakukan penelitian dan mengembangkan teknologi printing menggunakan laser yang dapat mereplikasi DNA manusia.

Regi mengungkapkan bahwa terdapat tiga elemen yang dapat mendorong perkembangan teknologi IoT.

Pertama adalah Connectivity yaitu jaringan kabel maupun nirkbel yang bertanggung jawab sebagai penghubung antara satu benda dengan benda lainnya yang harus selalu berhubungan. Pertama adalah People dan Process, yang menjadi pengguna akhir yang akan memproses dan menghubungkan elemen pertama dengan elemen kedua.

Kedua elemen tersebut secara tidak langsung akan mendorong perkembangan big data yang menampung dan memproses berbagai data yang berasal dari tiga elemen tersebut. Beberapa ahli bahkan telah melakukan proyek bahwa pada tahun 2020 nanti akan terdapat lebih dari 212 miliar perangkat yang telah terhubung. Selain itu nantinya juga akan ada 30 miliar lebih sensor-sensor yang akan terhubung ke jaringan.

Keetiga adalah Sensor yang merupakan sebuah alat yang biasa digunakan untuk mengukur benda-benda fisik, dan Actuator adalah sebuah alat yang bertanggung jawab untuk menggerakkan sebuah sistem. Dua alat itu berfungsi sebagai penyedia informasi digital.

Mulai dari negara maju sekarang berubahlah menjadi negara berkembang.Inovasi teknologi ini di sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat dan Cina terbilang pesat. Hal itu bisa terjadi dikarenakan salah satunya karena dukungan komunitas dan ekosistem. Misalnya di Amerika Serikat ada Techshop, sebuah tempat yang menyediakan ruang bagi para penggiat Internet of Things melakukan eksperimen dan eksplorasi. Tempat tersebut menyediakan alat-alat yang sangat lengkap sehingga bisa menghasilkan produk dasar dengan lebih cepat.

Maker space sekarang tidak hanya terdapat di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, tapi juga sudah mulai adai di Indonesia dan tentunya membantu ekosistem Internet of Things,” ungkap Regi. Beberapa makerspace bahkan telah berkembang di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bogor.

Sejumlah startup teknologi di Indonesia juga telah bermain di dalam Internet of Things. Salah satunya adalah Cubeacon yang memanfaatkan teknologi iBeacon sebagai sarana marketing. Startup asal Surabaya ini telah melakukan kerjasama dengan pemerintah untuk menerapkan teknologi Internet of Things dalam skala yang lebih besar.