Drone adalah pesawat tanpa awak atau nir awak. Penggunaan drone ini dikendalikan dari jarak jauh.  Saat ini drone bukan hanya digunakan untuk keperluan militer saja tapi sekarang drone digunakan untuk keperluan jurnalistik juga seperti, memotret, merekam video dan pengumpulan data. Drone ini sangat banyak peminatnya tapi di negara Jepang drone merupakan suatu yang ilegal karena masyarakat sipil dapat mengendalikan UAV di pusat-pusat pemerintahan atau politik.

Pada bulan April lalu ada seorang pria menerbangkan drone di atas gedung  yang diketahui menolak atas kebijakan energi nuklir yang dicanangkan pemerinatah Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe. Drone tersebut mengangkut pasir radioaktif dan ingin menjatuhkannya pada atap gedung tersebut. Maka dari itu pemerintah Jepang menganggap drone sebagai barang ilegal.

Tapi perusahaan ROHM Semiconductor ini menarik minat konsumen dengan bentuk drone yang unik. Drone ini berbentuk burung origami dan diberi nama Orizuru. Orizuru sendiri mampu terbang karena mengepakan dua sayapnya layaknya burung sungguhan, dengan mengepakan sayap kiri dan kanannya, Orizuru mampu terbang melayang di udara seperti drone pada umumnya. ROHM Semiconductor mengklaim bahwa Orizuru memiliki tingkat efisiensi daya yang tinggi, sehingga membuatnya bisa terbang lebih lama.

Untuk mengendalikan Orizuru sendiri masih sama dengan drone lainnya, yakni menggunakan remot untuk mengendalikan dari jarak jauh. Drone ini mereplikasikan gaya kepakan burung yang sesungguhnya, ketika saat terbang di udara drone ini juga nampak terlihat seperti burung sungguhan. Drone dengan ukuran 70 cm ini juga dilengkapi dengan sensor layaknya drone pada umumnya.

Cukup sekian dan semoga bermanfaat :)